1. Pola pencernaan dan hormon pada otak
Tubuh membutuhkan energi untuk melakukan fungsinya, dan energi ini diperoleh melalui makanan. Tubuh kemudian memecah zat gizi dari makanan dalam sistem pencernaan untuk dijadikan glukosa yang kemudian diubah menjadi energi. Setelah makan, tubuh melepaskan hormon, seperti hormon amilin, glukagon, dan kolesistokinin yang membuat rasa kenyang.Pada saat yang sama, otak juga melepaskan hormon serotonin yang menyebabkan rasa kantuk. Selain itu, makanan juga mempengaruhi produksi melatonin di otak. Kedua hormon inilah yang menyebabkan rasa kantuk setelah makan.
2. Jenis makanan yang Anda makan
Tubuh mencerna semua makanan dengan cara yang sama tetapi makanan mempengaruhi tubuh secara berbeda. Beberapa makanan dapat membuat Anda mengantuk dibandingkan dengan makanan lain. Makanan yang mengandung protein tinggi, seperti daging, ayam, telur, ikan, bayam, tahu, keju dan kedelai mengandung asam amino triptofan. Asam amino inilah yang digunakan oleh tubuh untuk memproduksi serotonin yang bertanggung jawab terhadap rasa kantuk.3. Kebiasaan tidur
Kebiasaan tidur malam hari yang buruk juga dapat menyebabkan Anda mengantuk setelah makan. Setelah makan, tubuh merasa kenyang dan rileks, membuat tubuh merasa sedang beristirahat dan perasaan ngantuk pun melanda, terutama jika Anda tidak mendapatkan tidur yang cukup pada malam sebelumnya.Untuk mencegah hal ini terjadi, sebaiknya Anda memperbaiki pola tidur dan menghindari stres.
4. Kondisi kesehatan
Jika Anda sering merasa mengantuk dan ingin tidur setiap kali sehabis makan, bisa jadi hal ini merupakan tanda-tanda dari penyakit tertentu, seperti penyakit celiac, dan anemia. Konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda menderita kondisi ini atau jika Anda sering merasa ngantuk terutama setelah makan.Kantuk setelah makan juga dapat menjadi tanda Anda sedang kekurangan zat gizi tertentu. Kekurangan gizi menyebabkan makanan tidak tercerna dengan baik karena tubuh Anda gagal untuk mencernanya.
